Reporter: Kapan pertama kalinya kamu memutuskan ingin menjadi seorang penyanyi? Audisi SM tidaklah mudah…
D.O: Ketika aku masih kecil, aku sangat suka lagu kebangsaan. Sebelum bergabung di SM, aku memasuki perguruan tinggi musik untuk belajar menyanyi. Pada 2010, aku berpartisipasi di audisi SM. Ketika itu aku sedang di tahun keduaku di SMA. Orangtuaku tidak memiliki sasaran mengenai mimpi-mimpiku. Malahan, mereka menyemangatiku untuk mengejar apa yang ingin aku lakukan dan lakukan itu dengan baik. Aku ingin menjadi seorang penyanyi yang kemampuan menyanyinya terkenal secara luas.
Chanyeol: Aku telah berlabuh untuk sangat menyukai instrumen musik sejak SD. Aku tergabung dalam sebuah band ketika SMP. Perasaan yang muncul ketika kamu mendengar teriakan dan tepuk tangan setelah tampil sangatlah menggembirakan. Itulah bagaimana keinginan untuk menjadi seorang penyanyi tumbuh pada diriku. Ketika aku berada di tahun pertama SMA pada 2008, aku mengikuti audisi SM dan lolos.
Sehun: Aku sebetulnya di cast tepat diluar sekolahku. Orang itu (agen yang mencari) bilang padaku kalau ia dari SM Casting dan bertanya apa aku tertarik untuk audisi. Karena aku ketika itu masih sangat muda, aku bilang pada ibuku tentang itu dan ia kemudian berkomunikasi dengan staff tetapi atas namaku. Aku sedang berada di SD kelas 6; setelah audisi 2 tahun, aku lolos audisi ketika aku kelas 2 SMP. Sejujurnya, aku tidak tahu apa-apa tentang menjadi artis ketika itu. Bergabung di SM sebagai trainee belajar menyanyi dan menari mengisi keinginanku untuk menjadi seorang penyanyi.
Baekhyun: Aku ingin sekali menjadi seorang penyanyi ketika aku kelas 4 SD. Aku bilang pada teman-teman ku kalau aku ingin menjadi artis. Hanya dengan seperti itu, aku mulai mengikuti audisi-audisi. Sejujurnya, aku gagal pada audisi-audisi yang diadakan oleh beberapa perusahaan lain. Ketika SMA, aku berencana untuk melamar ke sebuah perguruan tinggi musik ketika kesempatan yang jarang datang mengetuk. Hari itu aku seharusnya duduk untuk mengikuti ujian, aku hendak membaca lembaran musik sambil meregangkan leher, berpura-pura menjadi seperti seorang musisi. Tiba-tiba, seseorang menepuk punggungku. Tidakkah ini dinamakan keberuntungan? Hanya seperti itulah, aku di cast oleh SM.
Kai: Aku mulai belajar jazz dan balet ketika aku kelas 3 SD murni diluar ketertarikanku pada menari. Aku ingin belajar banyak mengenai gaya berbeda dalam menari. Suatu hari, aku melihat Shinhwa-sunbaenim menari di TV, lalu aku bertanya pada ayahku, “Tipe menari seperti apakah itu?” Ayahku menjawab, “Itu tipe tarian untuk para penyanyi.” Aku mengekspresikan ketertarikanku dengan belajar itu, dan karena ayahku adalah tipe orang yang akan mengizinkan aku melakukan apa yang aku ingin lakukan, ia menyemangatiku dengan sangat antusias. Sejak saat itu, aku mulai bersiap-siap audisi dan aku lolos. Itu ketika aku kelas 6 SD. Perusahaan berpikir kalau aku terlalu muda, jadi mereka bilang padaku untuk kembali 2 tahun lagi kalau aku masih tertarik. Aku lalu bergabung pada SM ketika aku kelas 2 SMP.
Suho: Aku selalu bermimpi menjadi seorang penyanyi sejak aku SD, tetapi rasanya selalu jauh. Setelah mulai SMP, aku merasakan semburan pertumbuhan terimakasih pada masa pubertasku dan itu membawaku pada kesempatan-kesempatan casting yang random di jalanan. Aku dengar-dengar kalau banyak orang di cast di sekitas Seoul Samsangdong Trade Center. Mungkin itu karena rumahku dengan dengan trade center, tetapi aku juga menerima banyak panggilan casting. Itulah bagaimana aku mendapat kesempatan casting dari SM, yang setelah itu aku beritahu pada orangtuaku. Menurut orangtuaku, aku boleh saja mencoba kalau perusahaan yang memang produktif seperti SM megundangku. Kalau itu tidak berhasil, tidak apa-apa untuk menyerah. Mungkin keberuntungan berada di pihakku; aku diberikan kesempatan untuk debut.
Continue reading →
Like this:
Like Loading...